KIAT MENULIS BUKU TERMUDAH MELALUI RESUME
Pertemuan
ke 6
Pukul
: 13.00 wib
Nara
sumber : Aam Nurhasanah, S.Pd
Tema
: Menulis resume untuk menjadi buku
Moderator
: Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd
Gelombang
ke 18
Assalalualaikum Wr. Wb
Halo pembaca yang budiman ini adalah resumeku yang
ke enam, kali ini aku akan menulis resume dengan gaya yang berbeda. Nara Sumber
kali ini adalah bu Aam Nurhasanah, S.Pd. Beliau adalah penulis muda inspiratif,
walaupun usianya jauh di bawah saya tapi pengalamannya luar biasa, untuk itu
mari kita belajar dari beliau?.
Yuk kita intip keseharian beliau! Bu Aam adalah Kepala
SMPS MATHLA UL HIDAYAH CIPANAS (SMPS MAHIDA), masih satu wilbi dengan saya. Walau
pun satu wilbi saya baru mengenal beliau dipelatihan menulis gelombang 18 ini,
mungkin karena mata pelajaran yang diampu berbeda. Benar pepatah yang bu Aam kutip
di awal pertemuan, “Tak Kenal Maka Tak Sayang, Tak Sayang Maka Tak Rindu”. Makanya sejak
mengenal bu Aam saya jadi rindu pada beliau ingin banyak belajar dari beliau
walau terkadang bingung mau mulai dari mana.
Walau masih terbilang muda, bu Aam sudah melahirkan
15 buku loh! Dan sekarang sedang
menggarap 3 naskah buku lagi. Hebat bukan?
Untuk itu pada pertemuan kali ini bu Aam akan
berbagi ilmu kepada kita semua, bagaimana menulis buku dari resume, karena
menurut beliau menulis buku dari resume adalah salah satu jalan termudah untuk
menerbitkan buku.
Apa itu resume? Resume adalah rangkuman atau ringkasan.
Dan akan lebih bagus lagi jika resume yang kita buat dikembangkan dengan bahasa
sendiri.
Menurut beliau Ada 7 teknik menulis resume jadi buku:
1. Mengumpulkan resume dalam file word.
Semua resume yang kita
buat, simpan dalam satu folder.
2. Menentukan tema.
Caranya : 1). Dari semuan
resume yang terkumpul, pilahlah berdasarkan tema sejenis.
2). Tentukan bab sesuai
tema yang sejenis
3). Dari bab-bab tersebut
buat menjadi buku
3. Buat TOC (Table of Content/daftar isi)
4. Kembangkan TOC
5. Review, revisi, dan edit naskah.
Saat kita menulis
naskah, tulis sebebas-bebasnya. Jangan sekali-kali mengedit saat sedang
menulis, karena dapat menghambat ide kita saat menulis. Jika sudah selesai,
barulah kita edit ejaan dan tanda baca sesuai kitab PUEBI (Pedoman Umum Ejaan
Bahasa Indonesia). Usahakan hindari typo (salah ketik) dan hindari singkatan.
Jika Awal kata, nama orang, nama tempat, nama hari, nama bulan, harus ditulis
huruf kapital. Masih banyak ejaan lain yang berhubungan dengan EYD.
6.
Jika naskah sudah selesai, buatlah sinopsisnya. Sinopsis adalah gambaran isi
buku yang telah kita buat. Biasanya ada di cover belakang buku.
7.
Kirim ke penerbit. Jangan takut salah dan malu dengan tulisan sendiri, tenang
saja ada tim editor penerbit yang siap membantu terkait penulisan kita yang
salah. Hanya saja, tidak semua penerbit
menyediakan jasa editor naskah. Jadi, kita harus tanyakan terlebih
dahulu, apakah naskahnya di edit oleh editor atau tidak.
Nah itu 7 Trik dari bu Aam jika kita ingin membuat
buku dari resume. Bagaimana para pembaca yang budiman, simpel bukan? Yuk kita
mencoba! Karena buku yang yang kita buat bukan hanya bermanfaat untuk kita
siapa tahu dapat bermanfaat juga untuk orang lain.
“Pintar
kamu tidak ada artinya jika tidak bermanfaat
untuk sesama”.
Wasalamualaikum
Wr.Wb
Waaah, keren tulisan nya bu, mantap👍👍
BalasHapusTrima kasih bu mae, baru belajar dari orang-orang hebat, termasuk bu mae.
BalasHapus