Ingin Menerbitkan Buku, di Gemala aja!
Pertemuan
ke 7
Pukul
: 13.00 wib
Nara
sumber : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd.
Tema
: Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indi
Moderator
: Sucipto Ardi
Gelombang
ke 18
Assalamualaikum wr.wb.
Kegiatan belajar menulis pada pertemuan ke-7 dibuka
oleh pa Sucipto Ardi selaku moderator. Setelah mengucapkan salam, pak Sucipto
memperkenalkan nara sumber yang akan memaparkan materi pada pertemuan kali ini
yaitu pak brian dengan tema: “Menerbitkan Buku Semakain Mudah di Penerbit
Indie”.
Kita lihat profil
pemateri siang ini, Nama lengkap beliau adalah Raimundus Brian
Prasetyawan, S.Pd lahir di Jakarta, 30 Juni 1992. Kini tinggal di Bekasi dan
berprofesi sebagai guru SD di Jakarta. Memulai aktivitas menulis ketika blog
pertamanya (www.praszetyawan.com) dibuat pada 2009. Profilnya pernah dimuat
dalam buku berjudul "Majors For The Future". Beliau memulai studinya
di SD Strada Kampung Sawah lulus pada tahun 2004. Kemudian melanjutkan studinya
ke SMP Strada Kampung Sawah dan lulus pada tahun 2007. Setelah lulus dari SMP,
melanjutkan ke jenjang SMA pada SMA Pangudi Luhur II Servasius lulus tahun
2010. Kemudian menyelesaikan S1 pada PGSD Unika Atma Jaya Jakarta lulus tahun
2014. Saat ini beliau mengabdikan diri pada SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta.
Beliau sudah banyak melahirkan
Usai menyapa peserta pelatihan,
memerkenalkan diri pak Brian punmembuka materi yang bertema "Menerbitkan Buku
Semakin Mudah di Penerbit Indie". Dikatakan semakin mudah, karena penerbit
indie melayani penerbitan buku tanpa seleksi.
Seperti halnya telah di kupas juga pada
pertemuan ke-5 bahwa penerbit ada 2 yaitu penerbit mayor (Gramedia, Grasindo,
Elex media, Andi, dll) dan penerbit indie. Untuk dapat menerbitkan buku pada
penerbit mayor harus melalui tahap seleksi terlebih dahulu, dengan waktu yang
cukup lama, berbeda dengan penerbit indie, dimana proses penerbitannya lebih
mudah dan cepat.
Sebagai solusi bagi
penulis pemula untuk dapat menerbitkan buku adalah melalui penerbit indie
dengan konsekuensi harus mengeluarkan biaya penerbitan. Hal ini menjadi solusi
dari pemateri juga ketika awal menerbitkan buku, dan buku solo pertamanya dapat
di lihat di https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html.
Buku solo yang kedua dapat dilihat di : https://www.praszetyawan.com/2020/06/buku-aksi-literasi-guru-masa-kini.html. Sedangkan buku solo yang ketiga dapat
dilihat di https://www.praszetyawan.com/2020/10/buku-solo-terbaru-menerjang-tantangan.html.
Menurut pak Brian pada pelatihan menulis ini ada 30
narasumber yang bisa kita serap pengalaman dan wawasannya terkait dunia menulis
dan penerbitan buku. Salah satunya pak Brian ini, selain seorang guru dan
penulis pak Brian juga memiliki rekanan penerbit indie yaitu Penerbit Gemala.
Setiap penerbit mempunyai ketentuan penawaran yag
berbeda-beda, begitu juga dengan Penerbit Gemala, ketentuannya ada pada brosur
berikut :
Selain itu ada ketentuan khusus lain yang harus diperhatikan yaitu PDF master bisa diminta tapi akan ada watermarknya. Sehingga jika ingin cetak ulang, harus di penerbit gemala, dengan ketentuan :
- Untuk
Cetak ulang, minimal harus 10 buku.
- Jangan
memberi target kapan harus selesai. Karena naskah harus mengantri untuk
diproses. Minimal prosesnya 1 bulan sejak biaya penerbitan di transfer
- maksimal
130 hal A5. Lebih dari itu ada biaya tambahan per halaman
- Dalam naskah harus menyertakan :
1) cover ( judul buku dan nama penulis saja),
2) kata pengantar,
3) daftar isi (tanpa nomor halaman),
4) profil penulis
5) sinopsis
· Tidak
ada proses editing. Jadi sebaiknya penulis memastikan sendiri tulisannya sudah
tidak ada kesalahan dalam penulisan.
· Tidak
ada batas minimum jumlah halaman
Tips
mengedit naskah menurut pak Brian:
1. Penulisan
kata tidak disingkat (contoh : yg, tdk, blm dll)
2. Jangan
sampai ada tulisan yang salah ketik (Typo)
3. Satu
Paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat.
4. Kalimat
tidak terlalu panjang, karena akan membingungkan.
5.
Setiap bab baru selalu dimulai di
halaman baru. Tidak digabung dengan bab sebelumnya
Demikian pemaparan pak
Brian tentang penerbit Indie Gemala, semoga menjadi salah satu solusi buat kita
dalam menerbitkan karya kita. Wasalamualaikum Wr.wb.
“Menulislah jangan pernah ragu,
Karena tulisan memiliki penikmatnya sendiri-sendiri”
Mantap resumenya bergizi👍👍
BalasHapusTerima kasih bu mae
HapusBagus bu
BalasHapusTerima kasih sudah berkunjung ke blog saya
BalasHapus