Convert Karya Ilmiah ke Buku

 

Pertemuan ke 4

Pukul : 13.00 wib

Nara sumber : Noralia Purwa Yunita, M.Pd.

Tema : Menulis Buku Dari Karya Ilmiah

Moderator : Rita Wati

Gelombang ke 18

 

Assalamualaikum wr.wb.

Senin, 12 April 2021, tepat jam 13.00 ku terdengar bunyi tring....tring di Hpku,tanda pesan chat masuk berulang kali, yang pertama ku lihat grup WA belajar menulis, karena saatnya menyimak kegiatan belajar menulis di hari pertama bulan Ramadhan. Chat demi chat aku baca, kali ini materinya adalah “Menulis Buku Dari Karya Ilmiah”, dari judulnya saja sudah muncul di kepala, aku ingin coba tuk mengconvert PTK aku menjadi buku. Harus betul-betul aku pamahami rahasianya, supaya tidak gagal fokus.

Moderator yang memandu belajar kali ini adalah bu Rita Wati. Setelah menyapa dan membuka acara, bu Rita kemudian menyampaikan susunan acara pertemuan ke 4, yaitu sebagai berikut :

1.         Pembukaan

2.         Paparan narasumber (1 jam)

3.         Tanya jawab (1 jam)

4.         Penutup

 

Kemudian bu Rita Wati mempersilahkan nara sumber untuk memulai kegiatan belajar. Mulailah bu Nora membuka acaranya, dimulai dengan menyapa para peserta, nara sumber pun memperkenalkan dirinya yang kesehariannya adalah guru IPA dan prakarya di SMP 8 Semarang.

Beliau bercerita, awal mula dia menulis adalah sejak awal kuliah, namun terhenti ketika mulai bekerja dan berkeluarga.  Namun sisi positif adanya pandemi yang terjadi pada tahun lalu, membuat beliau kembali produktif  menulis kembali.  Ditambah lagi sejak ikut gabung dengan  belajar menulis gelombang 8 bersama dengan om Jay, hingga menghasilkan 2 buku yang diterbitkan penerbit mayor Andi, dan penerbit indie. Selain menulis buku, beliau juga memuatya di beberapa media cetak.

Seperti tema belajar menulis pada siang ini yaitu “MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH” .

Buku yang beliau buat merupakan ubahan karya ilmiah dari tesis beliau. Yang di buat setelah mendapat materi dari Bu Hati tentang mengubah PTK menjadi buku. Dan kebetulan Editornya merupakan teman satu sekolah beliau yang merupakan seorang reviewer jurnal juga.

Agar karya ilmiah lebih bermanfaat kita dapat mengubahnya menjadi sebuah buku. Apa saja manfaatnya, mari kita lihat :

1. Dapat dibaca oleh masyarakat awam

2. Buku dapat diperjualbelikan,,jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh

3. Bagi bapak ibu ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit

4. Jika buku bapak ibu banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama bapak ibu sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri

5. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi BUKU

 

Nah, bagaimana cara  MENGUBAH KARYA ILMIAH VERSI BUKU?

1. Ubah JUDUL

judul karya ilmiah VERSI BUKU hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian.

contoh JUDUL TESIS  :

“ Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA “

Ketika diubah menjadi sebuah judul buku berubah menjadi “KIAT MENULIS MODUL BERBASIS RISET”

Dari judul karya ilmiah tersebut yang menjadi objek/fokus penelitian terletak pada pengembangan / pembuatan modul, jadi ketika diubah menjadi judul buku, sesuaikan dengan fokus penelitian tersebut. Caranya kita tinggal tambahkan kata : KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES atau yang lainnya.

Contoh lain :

judul PTK Bu Mimin dari Yogyakarta yaitu “Pengaruh Penggunaan Metode I Pada Pembentukan Matematika materi KPK dan FPB kelas ....SD ...”

ketika di ubah menjadi judul buku menjadi “Asyik Belajar Matematika dengan Metode I”

 

2. Ubah DAFTAR ISI

Biasanya karya ilmiah, daftar isi antara lain :

BAB 1   Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah, definisi operasional, rumusan masalah

 

BAB 2   landasan teori

BAB 3   Metode penelitian

Berisi rumus2 statistika

BAB 4   Hasil dan pembahasan

BAB 5   Penutup

Berisi kesimpulan dan saran.

 

Daftar isi karya ilmiah versi buku mengikuti pedoman 2W+1H

BAB 1 ( Why )

Jelaskan mengenai pentingnya, alasan penggunaan media,metode, Strategi, atau model yang menjadi fokus.penelitian. dapat ditambahkan pula masalah- masalah mengapa harus menggunakan media, metode, strategi atau model tersebut.

Jelaskan pula manfaat dari yang menjadi objek penelitian dan hapus rumusan masalah, definisi operasional dan tujuan penelitian.

BAB 2 ( What )

BAB 2 Merupakan penjabaran teori-teori dari landasan teori yang ada di bab 2 karya ilmiah.

contoh, pada versi karya ilmiah, ada penjelasan tentang media, jenis media, manfaat media, penjelasan media tertentu, karakteristik suatu media tertentu, hasil belajar, dll. Teori2 terbut dijadikan beberapa bab dalam sebuah karya ilmiah versi buku.

Misal :

BAB 2   Menjelaskan apa itu media. Isinya : pengertian, jenis, manfaat dan karakteristik suatu media tertentu

BAB 3   Menjelaskan belajar dan pembelajaran. Isinya : hasil belajar, faktor yang mempengaruhi hasil belajar, dll

BAB 4  Apa itu pembelajaran matematika. Isinya menjelaskan tentang belajar matematika, kesulitan dalam belajar matematika, paradigma belajar dll.

 

BAB selanjutnya ( How ). Isinya menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, dan bagaimana penerapannya.

Hilangkan semua rumus statistika yang biasanya ada di bab 3 karya ilmiah

 

3. Ubah sedikit ISI karya ilmiah

A. Dalam mengubah karya ilmiah  menjadi buku, penting sekali memperbanyak isi materi variabel bebasnya. Kita dapat menentukan perluasan materi tersebut berdasarkan kata kunci judul buku kita. Dengan kata lain, karya ilmiah yang diubah menjadi buku berarti lebih memperluas isi bacaannya  berdasarkan sumber yang relevan. Misalkan  judul “implementasi Media  stereofoam  pembelajaran  Organisasi kehidupan untuk meningkatkan kreativitas”, maka yang harus dikembangkan adalah  tentang Media (Pengertian, manfaat, jenis),  Pembelajaran (materi tentang  belajar mengajar),  Kreativitas (diberi pengertian dan lainnya).

 

B.  Hilangkan semua kata Penelitian/ laporan PTK, laporan skripsi dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah

 

C. Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Untuk grafik yang tidak penting dapat diubah menjadi kalimat

 

Cara merubah BAB 4 versi karya ilmiah menjadi buku, berpedoman pada “HOW”.

Cukup ambil isi bab 4 tentang bagaimana pembuatan yang menjadi objek penelitian, ceritakan bagaimana ketika diaplikasikan dalam sebuah pembelajaran, kendala yang ditemui apa, masalah apa, kelebihan apa, dan bagaimana hasilnya ketika yang menjadi fokus penelitian itu diterapkan di pembelajaran (dilihat dari hasil belajar siswa, aktivitas siswa selama pembelajaran, respon siswa dan sebagainya). Kita juga dapat menyematkan sedikit hasil penelitian kita ketika menjelaskan tentang bagaimana hasil penerapannya.

 

4. Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku harus berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas  terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide  dan kreativitas masing-masing  sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis  maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku.

 

Cara agar tidak terkena self plagiarisme

1. Menggunakan teknik parafrasa

2. Tambah rujukan baru ke dalam karya ilmiah versi buku kita. Jadi akan ada informasi terbaru yang kita sematkan dalam karya ilmiah versi buku tersebut.

3. Pilah isi dari karya ilmiah asli yang benar-benar dianggap penting untuk dicantumkan dalam karya ilmiah versi buku

 

5. Laporan Karya Ilmiah yang dibukukan, haruslah yang sudah dipublikasikan, minimal tingkat sekolah atau MGMP di wilayah masing-masing.

 

6. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut.

7. Jika ada rujukan baru, maka rujukan yang diambil boleh menggunakan blog,  namun situs blognya haruslah situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id,  Jurnal ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya. tidak mengunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dll

 

8. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit masing-masing

Demikian pemaparan yang begitu logis dan dapat membantu pera pembaca yang ingin mengconvert karya ilmiahnya menjadi sebuah buku.

Wasalamualaikum wr.wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Menerbitkan Buku pada Penerbit Mayor

to greet, to take leave, to say thank you and to say sorry